<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kosongmlompong&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://kosongmlompong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kosongmlompong.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 08:30:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kosongmlompong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kosongmlompong&#039;s Blog</title>
		<link>http://kosongmlompong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kosongmlompong.wordpress.com/osd.xml" title="Kosongmlompong&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kosongmlompong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LUKISAN ABSTRAK KEHIDUPAN</title>
		<link>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/lukisan-abstrak-kehidupan/</link>
		<comments>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/lukisan-abstrak-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 08:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kholis Kamaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/lukisan-abstrak-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana perasaan anda ketika melihat lukisan pemandangan dengan gunung, sawah dan pepohonannya yang rindang? bagiaimana juga perasaan anda ketika melihat lukisan penari bali dengan jarinya yang lentik dan sorot matanya yang tajam? Anda, saya dan hampir sebagian besar orang tentu menyukai lukisan-lukisan indah seperti itu. Sebab untuk menikmati lukisan realistis seperti itu kita tidak perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=6&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana perasaan anda ketika melihat lukisan pemandangan dengan gunung, sawah dan pepohonannya yang rindang? bagiaimana juga perasaan anda ketika melihat lukisan penari bali dengan jarinya yang lentik dan sorot matanya yang tajam? Anda, saya dan hampir sebagian besar orang tentu menyukai lukisan-lukisan indah seperti itu. Sebab untuk menikmati lukisan realistis seperti itu kita tidak perlu belajar, yang kita butuhkan adalah sedikit waktu untuk melihat kemudian menikmatinya. </p>
<p>Sebaliknya apa yang anda rasakan ketika melihat lukisan abstrak &#8220;benang bundet&#8221; atau &#8220;coretan tidak beraturan&#8221;? Anda, saya dan sebagian besar kita jarang yang bisa menikmati lukisan abstrak sejenis itu. Karena untuk dapat menikmati lukisan abstrak maka kita harus banyak mempelajari seluk beluk lukisan. Karenanya hanya sedikit orang yang bisa menikmati indahnya lukisan abstrak. Bagi para penggemar lukisan abstrak, lukisan-lukisan abstrak, yang bagi kitia tidak ada artinya dan tidak ada indahnya,bagi mereka jauh lebih indah dan lebih bermakna daripada lukisan pemandangan atau penari bali yang terlihat nyata.</p>
<p>Dalam kehidupan ternyata juga tidak jauh berbeda. Saya, Anda dan sebagian besar kita beranggapan bahwa hidup itu terasa indah apabila semuanya berjalan lancar dan mudah. apa yang kita inginkan dengan mudah kita raih tanpa perlu bersusah payah atau kerja keras. Semua kita punya tanpa perlu cucuran keringat dan tenaga. Semuanya berlancar tanpa ada halangan dan rintangan.</p>
<p>Sebaliknya bagi sebagian kecil orang yang telah mempelajari dan memahami seluk beluk kehidupan sehingga sudah dapat menikmati lukisan abstrak kehidupan, justru hidup terasa lebih indah ketika banyak tantangan dan rintangan sehingga dia bisa terus meningkatkan kemampuannya agar dapat mengeluarkan potensi terbaiknya. Semua yang dia punya dia raih dengan susah payah penuh cucuran keringat dan tenaga, sehingga ketika dia dapat meraihnya maka dia menikmatinya dengan penuh rasa syukur.<br />
Tidak heran kalau kemudian orang-orang yang yang telah dapat menikmati lukisan abstrak kehidupan justru menghasilkan karya terbaiknya ketika masa-masa dimana bagi orang lain merupakan masa-masa yang sangat tidak menyenangkan seperti dalam penjara ataupun dipengasingan. Bagi orang-orang seperti ini hidup justru terasa lebih indah ketika dipenuhi dengan perjuangan dan pengorbanan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kosongmlompong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kosongmlompong.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=6&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/lukisan-abstrak-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3618cd467703ed914013dde991009b18?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kholis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABUNAWAS, AIR MINUM DAN KITA</title>
		<link>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/abunawas-air-minum-dan-kita/</link>
		<comments>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/abunawas-air-minum-dan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kholis Kamaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/abunawas-air-minum-dan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah pada suatu saat majikan Abunawas akan mengadakan perjalanan jauh untuk berniaga bersama seluruh pegawainya. Karena perjalanan yang harus ditempuh sangat jauh dan melewati gurun pasir yang sangat panas maka Bekal yang dibawa sangat banyak terutama tentu saja bekal air minum. Mengingat tubuh Abunawas yang paling kecil diantara pegawai yang lain, maka tuannya memberi keleluasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=5&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah pada suatu saat majikan Abunawas akan mengadakan perjalanan jauh untuk berniaga bersama seluruh pegawainya. Karena perjalanan yang harus ditempuh sangat jauh dan melewati gurun pasir yang sangat panas maka Bekal yang dibawa sangat banyak terutama tentu saja bekal air minum. Mengingat tubuh Abunawas yang paling kecil diantara pegawai yang lain, maka tuannya memberi keleluasan kepada Abunawas untuk memilih sendiri barang yang akan dibawanya dalam perjalanan tersebut. Tentu saja Abunawas sangat senang dengan apa yang disampaikan tuannya. Abunawas segera memilih barang yang akan dibawanya dalam perjalanan niaga tersebut. Akhirnya Abunawas memilih untuk membawa gentong berisi air minum yang ukurannya sangat besar. Tentu saja tuannya sangat kaget dengan pilihan Abu Nawas tersebut, karena Gentong yang berisi air minum lebih berat dibanding barang bawaan yang lain. “Benarkah kamu akan membawa gentong air minum ini? Kenapa tidak memilih barang lain yang lebih ringan?” Tanya sang Tuan kepada Abu Nawas. “Benar Tuan saya memilih membawa gentong air minum ini”.Jawab Abunawas mantap.”Terserah kamu saja, yang jelas Saya sudah memberi kesempatan kepada kamu untuk memilih barang yang lebih ringan”Kata tuannya lagi.</p>
<p>Selesai melakukan Sholat Subuh Majikan Abunawas beserta seluruh pegawainya segera berangkat untuk melakukan niaga. Setiap orang membawa barang sendiri-sendiri baik untuk perbekalan diperjalanan maupun yang akan dijual. Karena yang dibawa abunawas cukup berat maka abunawas tidak bisa berjalan cepat sehingga selalu berada dibelakang rombongan. Setelah berjalan cukup lama maka sang majikan menyuruh semua anggota rombongan tersebut untuk beristirahat melepas lelah. Karena daerah yang dilewati sebagian besar adalah gurun pasir tentu saja udaranya sangat panas maka seluruh anggota merasa kehausan. Mereka beramai-ramai mengambil air minum dari gentong yang dibawa Abunawas. Abunawas tentu saja tidak keberatan bahkan mempersilakan semua anggota rombongan untuk meminum sebanyak-banyaknya. Abunawas menyadari bahwa air minum tersebut bukan miliknya tetapi milik majikannya. Disamping itu Abunawas juga faham bahwa semakin banyak mereka minum dari gentong yang dibawanya maka beban dia dalam perjalanan selanjutnya akan semakin berkurang sehingga terasa ringan.</p>
<p>Sebenarnya apa yang terjadi pada Abunawas merupakan cermin kita dalam menjalani kehidupan ini. Dalam cerita diatas pelaku utamanya adalah Abu nawas sedangkan dalam kehidupan nyata kitalah pelaku utamanya. Dalam cerita di di atas pemilik semua barang adalah majikan abunawas, sedangkan dalam kehidupan nyata pemilik seluruh harta yang sebenarnya adalah Allah Subhanahu Wata’ala.</p>
<p>Seperti halnya Abunawas, hampir semua dari kita lebih suka menjadi orang kaya (berharta banyak) daripada orang miskin (sedikit harta) . Kita juga sebenarnya menyadari kalau disamping merupakan anugrah, pada hakekatnya harta yang Allah titipkan sebenarnya merupakan beban/cobaan bagi kita (QS. ATTAGHAABUN ayat 15). Lalu bagaimana agar beban tersebut menjadi lebih ringan? Seperti halnya Abunawas yang membiarkan anggota rombongan untuk meminum air yang dibawanya sebanyak-banyaknya, maka hendaknya kita juga membiarkan sebanyak mungkin orang lain ikut menikmati atau merasakan harta yang dititipkan Allah kepada kita. Dengan semakin banyak orang lain ikut menikmati harta yang dititipkan Allah kepada kita Insya Allah beban kita dalam perjalanan di alam selanjutnya setelah kita istirahat (mati) akan lebih mudah dan ringan. Semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kosongmlompong.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kosongmlompong.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=5&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/abunawas-air-minum-dan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3618cd467703ed914013dde991009b18?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kholis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA PELACUR ITU MASUK SORGA?</title>
		<link>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/mengapa-pelacur-itu-masuk-sorga/</link>
		<comments>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/mengapa-pelacur-itu-masuk-sorga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kholis Kamaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/mengapa-pelacur-itu-masuk-sorga/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang beragama Islam hampir dapat dipastikan pernah mendengar atau membaca cerita tentang pelacur yang masuk sorga. Apakah setelah anda membaca atau mendengar cerita tersebut kemudian terbesit dalam pikiran anda bahwa ternyata untuk masuk sorga itu gampang banget? Buktinya hanya ngasih minum anjing yang kehausan sorang pelacur yang bergelimang dosa karena banyak melakukan maksiat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=4&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda yang beragama Islam hampir dapat dipastikan pernah mendengar atau membaca cerita tentang pelacur yang masuk sorga. Apakah setelah anda membaca atau mendengar cerita tersebut kemudian terbesit dalam pikiran anda bahwa ternyata untuk masuk sorga itu gampang banget? Buktinya hanya ngasih minum anjing yang kehausan sorang pelacur yang bergelimang dosa karena banyak melakukan maksiat dapat masuk sorga. Atau sebaliknya anda justru “mempertanyakan” kelayakan pelacur tersebut masuk surga? Benarkah yang pelacur lakukan diakhir hayatnya adalah hal kecil atau remeh?<br />
Coba kita baca kembali kisahnya di bawah ini :<br />
Dikisahkan ada seorang pelacur yang sedang berjalan ditengah padang gersang ditengah terik matahari. Pelacur itu sudah letih dan merasa sangat kehausan sehingga mencari-cari air yang dapat diminum. Setelah berjalan cukup jauh akhirnya tibalah pelacur tersebut di tepi sebuah sumur. Akan tetapi karena tidak ada alat yang digunakan untuk mengambil air dari dalam sumur maka pelacur tersebut tidak dapat segera mengambil air dan minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Kemudian pelacur tersebut melepas trompah atau alas kaki dan stagen yang dikenakannya . Setelah mengikat sepatu dengan stagennya maka mulailah sepatu itu diturunkan ke dalam sumur. Setelah bersusah payah akhirnya terompah yang berisi air pun berhasil ditarik ke permukaan sumur dan pelacur itupun siap-siap untuk meminumnya. Akan tetapi ketika akan meminum air tersebut tiba-tiba entah darimana datangnya munculah seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya dan kelihatan sangat kehausan. Melihat hal tersebut pelacur itu tidak jadi meminum air yang dengan susah payah didapatkan dan sangat dibutuhkannya tersebut. Air itu segera diberikan kepada anjing yang kehausan tersebut, dan anjing itu segera minum air yang diberikan pelacur tersebut. Karena sangat kehausan maka pelacur tersebut akhirnya meninggal dunia. Atas tindakannya memberi minum anjing yang kehausan dan tentunya atas Rahmat Allah maka pelacur tersebut masuk ke dalam sorga.<br />
Benarkah apa yang dilakukan pelacur tersebut merupakan hal kecil dan remeh ? kalau menurut saya apa yang dilakukan oleh pelacur tersebut adalah sesuatu yang sangat besar dan luar biasa. Coba kita renungkan :<br />
1. Pelacur itu telah mengorbankan apa yang sangat dia butuhkan dan seuatu yang dia dapatkan dengan susah payah. Apa yang lebih dibutuhkan dari seteguk air bagi orang yang sedang sangat kehausan ditengah terik matahari di tengah padang yang gersang ? uang, emas, intan permata? Tentu bukan, karena barang-barang tersebut tidak ada artinya bagi orang yang sedang sangat kehausan dibandingkan dengan seteguk air bagi orang yang sedang sangat kehausan di bawah terik matahari di tengah padang yang gersang.<br />
Sedangkan kalau kita (terutama saya) apa yang kita berikan kepada orang lain ? Apakah sesuatu yang sangat kita butuhkan dan kita mendapatkannya dengan susah payah ? menurut saya kok tidak. Biasanya apa yang kita berikan kepada orang adalah sesuatu yang sudah tidak atau kurang kita butuhkan, dan kita mendapatkannya tidak dengan susah payah. Bukankah yang kita berikan pada orang lain biasanya adalah sesuatu yang berlabel “sisa’ dan “bekas” ?!</p>
<p>2. Kalau kita dalam posisi seperti pelacur tersebut apakah kita akan melakukan tindakan yang sama dengan apa yang dilakukan pelacur tersebut ? Rasa-rasanya kok tidak. Yang akan kita lakukan adalah:<br />
- Air tersebut kita minum dulu setelah rasa haus kita hilang barulah kita mengambil air lagi untuk minum anjing yang kehausan tersebut (kalau anjing tersebut belum mati kehausan), atau<br />
- Air tersebut tetap kita minum setelah rasa haus kita hilang kemudian kita pergi meninggalkan anjing yang kehausan sambil bilang EGP (emang gue pikirin) kalau mau minum ambil aja sendiri.<br />
So…masihkan kita mempertanyakan keputusan Tuhan memasukan Pelacur tersebut ke dalam surga? Atau masihkan kita berpikiran bahwa untuk masuk surga itu sangat gampang ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kosongmlompong.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kosongmlompong.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=4&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/mengapa-pelacur-itu-masuk-sorga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3618cd467703ed914013dde991009b18?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kholis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/</link>
		<comments>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:10:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kholis Kamaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=1&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kosongmlompong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kosongmlompong.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongmlompong.wordpress.com&amp;blog=10056951&amp;post=1&amp;subd=kosongmlompong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongmlompong.wordpress.com/2009/10/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3618cd467703ed914013dde991009b18?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kholis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
